Ada 3 Korea Di Ajang Asian Games 2018

      Sekjen Kontingen Korsel Choong R Jeon (kiri) dan Wapres Kontingen Korut Won Kil U (kanan) didampingi Wakil Ketua INASGOC Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bertemu bahas rencana peleburan kontingen kedua negara Korea itu dalam tiga cabang olahraga Asian Games di Jakarta dan Palembang, Kantor INASGOC Jakarta, Kamis (28/6).

 

Sjafriesjamsoeddin.id – Penggabungan atlet-atlet Korea Utara dan Korea Selatan dalam tiga cabang olahraga Asian Games 2018 akan menjadi kontingen baru yang mempunyai lagu dan bendera sendiri sesuai arahan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

“Mereka akan menjadi kontingen lain dengan nama Korea yang memiliki lagu resmi bernama Arirang serta bendera yang berbeda. Kontingen Asian Games akan menjadi 46 bukan 45 karena ada kontingen Korea,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Erick mengatakan bendera kontingen Korea itu berbeda dengan bendera Kontingen Korea Utara ataupun Kontingen Korea Selatan. Begitupula, lagu resmi mereka dalam Asian Games ke-18 yang berbeda dengan kontingen Korea Utara ataupun Korea Selatan.

“Mereka juga akan berada dalam menara yang sama di Wisma Atlet Kemayoran, termasuk nanti penghitungan medali atas nama kontingen Korea,” kata Erick.

Atlet-atlet Korea Utara dan Korea Selatan akan menyatu dalam tiga cabang olahraga Asian Games yaitu bola basket putri, perahu naga, serta perahu kano/kayak. Mereka akan turun dalam enam nomor perlombaan tiga cabang itu.

“Kuota atlet mereka sama sebagaimana kuota untuk kontingen lain. Misalnya, pada cabang bola basket putri sebanyak 12 orang dengan satu pelatih, bukan dua pelatih,” ujarnnya.

Namun, INASGOC mengaku masih akan menunggu keputusan resmi IOC terkait kontingen gabungan atlet Korea Utara dan Korea Selatan itu dalam Asian Games 2018.

Sebelumnya, Wakil Presiden Kontingen Korea Utara Won Kil U bertemu Sekretaris Jenderal Kontingen Korea Selatan Choong R Jeon yang didampingi tiga delegasi lain di Kantor INASGOC Jakarta, Kamis (28/6).

Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Ketua INASGOC Sjafrie Sjamsoeddin dan Direktur Hubungan Internasional INASGOC Indra Kartasasmita.

“Ini akan menjadi sejarah dalam Asian Games bagi Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan bagi benua Asia karena pertama kalinya bagi Korea Utara dan Korea Selatan bersatu sebagai sebuah tim dalam beberapa cabang olahraga,” kata Direktur Internasional dan Hubungan Komite Olimpiade Nasional OCA Vinod Kumar Tiwari.

Kontingen gabungan atlet Korea Utara dan Korea Selatan itu juga akan mengikuti defile pembukaan Asian Games 2018 yang terpisah dari kontingen Korea Utara ataupun Korea Selatan.

Sumber: Antara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *