Berani Membangun Indonesia Kuat (Part 2)

Sambungan…

Si Vis Pacem Para Bellum

Memang kadang muncul pertanyaan, apakah perlu kita melakukan modernisasi alutsista? Pertanyaan itu muncul karena menganggap bahwa tidak mungkin lagi akan ada perang. Tidak ada satu pun negara yang tidak menginginkan perdamaian. Semua negara pasti berupaya mencegah perang karena tahu bahwa perang akan menyengsarakan rakyat.

Namun, kita juga melihat tidak ada negara duduk tenang, tidak memperkuat angkatan perangnya. Banyak negara memperkuat industri pertahanan karena ingin memiliki angkatan perang yang bisa diandalkan. Tidaklah mungkin ada negara yang menunggu perang, baru kemudian mempersiapkan angkatan perang mereka. Membangun sistem pertahanan negara tidak bisa dilakukan seketika, tetapi harus dilakukan secara sistematis dan bertahap sesuai postur sistem pertahanan yang diinginkan.

Baca juga Membangun Indonesia Kuat

Kita mengenal prinsip ”si vis pacem para bellum”, apabila kita menginginkan perdamaian, kita harus siap berperang. Prinsip itu hendaknya jangan dipahami berlebihan, melainkan sebagai langkah strategis yang proporsional untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita yang menjadi opsi formulasi pembangunan kekuatan pertahanan.

Kemhan Pembina Industri Pertahanan 

Kemhan sebagai pembina industri pertahanan berkepentingan untuk memberikan peluang kepada industri pertahanan di dalam negeri untuk memasok kebutuhan. Kemhan bahkan mendorong industri pertahanan dalam negeri untuk bisa melakukan ekspor produk mereka ke luar negeri.

Produk industri pertahanan seperti pistol, senjata serbu, mortir, dan kendaraan tempur roda ban (Panser Anoa) dari PT Pindad selain sudah mendukung kebutuhan TNI AD juga sudah diekspor ke beberapa negara. Demikian pula dengan beberapa pesawat angkut ringan dan sedang produksi PT Dirgantara Indonesia seperti CN 212, CN 235, dan CN 295, serta helikopter serbu Bell 412.

PT. PAL saat ini kita fokuskan untuk membuat kapal kombatan dan kita persiapkan membangun kapal selam. Selain itu, kita juga memiliki beberapa galangan swasta di dalam negeri yang memproduksi kapal patroli. Pertahanan militer kita pada posisi kebangkitan kekuatan militer setelah kurang lebih15 tahun kemampuan militer mengalami dampak krisis ekonomi dan embargo.

Saat ini kemampuan anggaran yang dikelola pemerintah sejak KIB I dan II telah mengangkat status pertahanan militer kita dengan ciri modernisasi peralatan militer yang memiliki daya pukul yang dahsyat dan mobilitas yang tinggi dengan teknologi militer canggih. Sebagai informasi lima tahun ke depan sejak saat 2010 kita akan memiliki tambahan skuadron pesawat tempur strategis dan pesawat angkut berat dan sedang. Juga memiliki tambahan kapal perang atas air dan bawah air (kapal selam) serta kapal patroli cepat.

Kemampuan Angkatan Darat sudah memiliki lebih 100 unit tank berat dan puluhan infantry fighting vehicle serta 200-an panser Anoa yang akan tersebar di wilayah nasional termasuk Heli Serang Taktis. Kemampuan pertahanan militer yang unggul tidak bermaksud menempati posisi ofensif, tetapi sebagai negara yang berdaulat terhadap wilayah teritorial dan melindungi bangsa dan negara, kemampuan pertahanan militer yang prima diperlukan untuk setiap saat mampu menghadapi ancaman militer.

Bersambung… (Part 3)

Sumber: Buku Komitmen dan Perubahan: Suatu Persepsi dan Perspektif, Karya Letnan Jendral TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, 2016.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *