Briefing IT, Sjafrie Sjamsoeddin: Disiplin Kunci Sukseskan Asian Games 2018

Sjafriesjamsoeddin.id – Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 atau Indonesian Asian Games Organizing Commite (INASGOC) mencatat potensi Serangan Siber (Cyber Attack) dalam Asian Games cukup rawan. Diketahui bahwa sistem IT Asian Games sudah dua kali diganggu.

Sadar akan hal ini, Inasgoc berusaha meningkatkan keamanan dengan bekerja sama dengan Badan Anti Teror, BIN, INAFIS, Cyber Crime Mabes Polri, BAIS, BSSN, FTII serta penggiat IT dari Korea, Jepang, Australia dan Swiss. Bahkan, panitia pun telah menyiapkan Main Operation Center (MOC).

Hal demikian dibenarkan oleh Wakil Ketua Inasgoc Sjafrie Sjamsoeddin. Ia mengatakan, “tadi sore baru saja saya selesai memimpin briefing IT safety Asian Games 2018 bersama Menkominfo Bapak Rudiantara,” katanya dalam sambutan pada acara halal bihalal komunitas FTII dan Tim IT Asian Games di Hotel Erian, Jakarta, Senin malam (09/07/2018).

“Briefing ini sudah dilakukan beberapa kali bersama Pak Menkominfo dalam rangka mengantisipasi serangan siber pada fasilitas IT penyelenggaraan Asian Games,” lanjut Sjafrie.

Ia menjelaskan Asian Games mempertaruhkan martabat bangsa “Jangan sampai Asian Games yang mempertaruhkan martabat bangsa dan kehormatan yang kedua kalinya, setelah 56 tahun yang lalu terhambat hanya karena permasalahan gangguan IT Asian Games,” ujarnya.

“Jangan sampai Asian Games yang mempertaruhkan martabat bangsa dan kehormatan yang kedua kalinya, setelah 56 tahun yang lalu terhambat hanya karena permasalahan gangguan IT Asian Games”.

Tambahnya, saat dulu IT Indonesia masih sangat terbatas, penyiaran acara pun hanya ada TV Nasional (TVRI) dan belum banyak ahli-ahli IT. “FTII sebagai Forum Komunitas Teknologi Informasi dapat berperan memberikan penyediaan tenaga ahli dan konsultasi fasilitas IT,” harapnya.

Dalam menyukseskan Asian Games 2018, menurut Sjafrie harus dititikberatkan pada kedisplinan. “Kunci utama agar safety harus disiplin dulu di internal dan tidak boleh main-main atau coba-coba bila ada kendala, karena bisa membahayakan sistem yang sudah digelar,” tukasnya.

“Kunci utama agar safety harus disiplin dulu di internal dan tidak boleh main-main atau coba-coba bila ada kendala, karena bisa membahayakan sistem yang sudah digelar”.

Kelancaran pada penyelenggaraan acara menjadi tanggung jawab besar panitia, sehingga kesuksesan kegiatan sangat diharapkan. “Semoga ini (Briefing IT Safety — Red) menambah kewaspadaan kita bersama demi suksesnya Asian Games 2018,” tutup Sjafrie. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *