INASGOC Ambil Alih Tugas Vendor Bandel

Sjafriesjamsoeddin.id – Kesiapan venue pada empat hari menuju upacara pembuka Asian Games Jakarta-Palembang nyatanya belum berjalan sempurna. Panitia pelaksana (panpel) enam cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, baru masih bekerja keras menyelesaikan overlay venue.

Berdasarkan pantauan, kondisi JIExpo, tempat pertandingan enam cabor, belum rapi 100 persen. Bahkan, senam dan wushu baru menerima peralatan kompetisi, Senin (13/8). Senam bahkan mundur delapan hari dari lini masa waktu kedatangan, sementara wushu terlambat satu setengah hari.

Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games Jakarta-Palembang (INASGOC) Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan, keterlambatan karena ulah vendor bandel. INASGOC memutuskan untuk mengambil alih tugas demi kelancaran pesta olahraga empat tahunan terakbar kawasan Asia.

“Sekarang 34 kontainer (peralatan milik senam dan wushu) sudah masuk JIExpo. Sudah tidak ada lagi kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok yang terkait dengan INASGOC,” kata Sjafri saat menginspeksi kesiapan JIExpo, kemarin.

Ia tak menampik, ulah vendor bandel mengganggu persiapan. Ia berharap, panpel bisa memanfaatkan waktu tersisa untuk menyelesaikan overlay. Sehingga, atlet bisa menjajal venue pada sesuai jadwal yaitu H-2 pertandingan.

Tindakan abai vendor, dikatakan Sjafri, akan dimasukkan dalam daftar hitam INASGOC untuk diserahkan ke pemerintah. Sehingga, kejadian serupa diharapkan tidak terulang.

“Secara administrasi mereka tidak menepati kontrak karena semula mereka sudah menyatakan siap,” terang Sjafri yang mengaku tinggal menunggu kedatangan peralatan scoring yang dipastikan tiba sebelum upacara pembukaan 18 Agustus.

Terpisah, Direktur Sport INASGOC Wisnu Wardhana menjelaskan hampir 20 persen dari total vendor yang lalai dari tanggung jawab. Sebagaimana kewajiban vendor pada umumnya, mereka harus menalangi dulu dana baru dibayar.

Kendati INASGOC mengambil alih, kata Wisnu, kewajiban pembayaran tetap dibebankan dari pembayaran vendor.

“Mereka mungkin terkendala pembayaran. Harusnya mereka tahu, ini hajatan besar jadi tidak boleh main-main, meski saat ini sudah dibantu Bea Cukai, tapi mereka tetap harus mengikuti prosedur.” kata Wisnu.

Beruntung, empat cabor lain yang dipertandingkan di JiExpo tidak mengalami kejadian serupa. Kendala memang masih ditemukan di angkat besi, tinju, dan tenis meja, tapi skalanya minor seperti pemasangan lampu, layar pertandingan, dll.

Manajer Kompetisi Panpel Angkat Besi Alamsyah Wijaya menjelaskan pemasangan overlay sudah 80 persen. Mereka tinggal melakukan penyempurnaan pada enam hari menuju pertandingan yang dimulai pada 20 Agustus.

“Tinggal penyesuaian saja dalam dua hari. Artinya, tinggal tes sistem pertandingan, layar, merapikan panggung, dan set lampu dan soundsystem,” ucap Alam.

Sumber: Harnas.co

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *