LetJen Sjafrie Sjamsoeddin, 40 Tahun Berbakti Pada Negara Tanpa Jeda

Sjafriesjamsoeddin.id LetJen Sjafrie Sjamsoeddin, 40 tahun berbakti pada negara tanpa jeda. Pasca Reformasi, Sjafrie Sjamsoeddin menjadi salah satu tokoh utama perwira tinggi militer yang mendapat sorotan tajam dari publik. Penunjukannya sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dipertanyakan banyak pihak, mulai dari politisi di DPR hingga aktifis LSM. Serangan bertubi-tubi datang menghantam sosok peraih 22 Bintang Jasa dan Tanda Kehormatan, termasuk Bintang Dharma dan Bintang Mahaputera Utama ini atas dugaan terkait kasus pelanggaran Hak Azasi manusia (HAM) masa lalu. Bahkan tekanan pun dilakukan kepada Presiden Megawati Soekarnoputri untuk tidak mengesahkan penunjukan Sjafrie sebagai Kapuspen TNI pada tahun 2002.

Namun pria kelahiran Makassar, 30 Oktober 1952 berani menjawab keraguan publik atas dirinya, dan mengatakan: “…saya menghormati pro dan kontra terkait dengan jabatan baru saya, ujarnya ketika telah resmi menjadi Kapuspen TNI. Lulusan NATO Crisis Management Course ini juga mengungkapkan bahwa peran Kapuspen TNI di era reformasi sangat penting dan tidak mudah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Apalagi dengan adanya tuntutan kepada TNI untuk melepaskan diri dari politik praktis dan menjadi tentara profesional.

Pada akhirnya dengan kemampuan leadership yang baik, Alumnus Akabri 1974 ini mampu menjawab keragu-raguan publik. Sikap tenang dan tangan dingin dalam menghadapi pers menjadi kekuatan utamanya sebagai juru bicara TNI. Berkat kerja keras yang sungguh-sungguh, Puspen TNI berubah menjadi media center yang profesional. Para wartawan pun merasa nyaman berada di sana karena bisa dengan mudah mendapatkan akses berita terkait isu-isu TNI yang sedang hangat.

Di masa Presiden SBY (2004-2014), karir Sjafrie terus berlanjut dengan menjabat Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan merangkap Kapuspen TNI. Lalu akhirnya menjabat Wakil Menteri Pertahanan dengan Pangkat Letnan Jenderal hingga 20 Oktober 2014.

Sejak berkarir di dunia militer, Sjafrie telah mengikuti pendidikan pengembangan umum seperti Infantry Officer Advance Course, Seskoad, dan Lemhanas. Sementara untuk spesialisasi militer antara lain: para Komando, Intelijen, Jump Master, Airborne & Path Finder, Free Fall, Terrorism in Low Intensity Conflict. Juga telah mengenyam pendidikan Master di bidang Bisnis, Business School in National University of Singapore (2015). Lalu NATO School Oberammergau di Jerman (2015-2017): NATO Crisis Management Course, NATO Defence Leadership in Building Integrity Course, Resource Management Education Programme (RMEP) Course dan NATO-Europe Security Cooperation. Mengikuti National Development Course, di National Defence University, Taiwan (2016), dan NATO Defense College, Italia (2018).

Sumber: nusantaranews.co

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *