Penghormatan dan Kehormatan TNI (Part 2)

Sambungan…

Zaman yang sulit

Harus diakui kita hidup di zaman yang sulit, di mana godaan begitu tinggi. Konsumerisme dan konsumtivisme menjadi gaya hidup yang tidak bisa  dihindarkan di zaman modern seperti sekarang. Semua orang seakan berlomba ke arah sana, karena menganggap hal itu sarat dengan kenikmatan.

Sebagai bagian dari masyarakat, prajurit TNI tentunya tidak bisa lepas dari godaan itu. Sedikit banyak kehidupan masyarakat luas ikut memengaruhi juga kehidupan prajurit dan juga keluarganya.

Pengalaman bangsa-bangsa lain, konsumerisme dan konsum- tivisme itu diraih melalui proses yang panjang. Mereka telah melewati proses yang menghasilkan sikap disiplin, etos kerja, dan menghormati waktu. Dari sanalah bangsa-bangsa itu kemudian menghasilkan produk dan bahkan produk itu dikembangkan lagi menjadi produk-produk turunan yang semakin beragam.

Hasil dari kerja keras yang dilakukan itulah yang membawa bangsa-bangsa itu ingin menikmatinya. Konsumerisme dan konsumtivisme merupakan ekspresi dari keinginan untuk menikmati hasil kerja keras yang panjang.

Kita pun harus melewati proses yang panjang dan melelahkan itu, agar kemudian bisa menghargai kerja keras yang dilakukan. Konsumerisme dan konsumtivisme jangan hanya sekadar dijadikan gaya hidup, agar tidak menjadi berkelebihan dan bahkan melewati batas-batas kepantasan.

Bagaimanapun gaya hidup modern harus bertumpu kepada jati diri kita sebagai sebuah bangsa. Kita tidak ingin menjadi bagian masyarakat global, tanpa pernah tahu akar budaya dari bangsa ini.

Perintah Harian Panglima Besar Sudirman pada tahun 1949 sudah menangkap pertanda zaman itu. Prajurit TNI diingatkan untuk tidak mudah dibelokkan oleh tipu dan nafsu kebendaan. Dengan berpegang kepada panggilan untuk menjaga keluhuran bangsa dan negara, maka kehormatan prajurit TNI akan bisa dijaga.

Godaan kekuasaan

Satu hal lagi yang senantiasa harus dijaga prajurit TNI adalah godaan kekuasaan. Setiap kali tanggung jawab jabatan datang haruslah diingat bahwa itu bukanlah kesempatan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi justru kesempatan untuk memberi kepada negeri.

Godaan kekuasaan merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Semua orang pada suatu masa pasti dihadapkan kepada godaan itu. Pada abad ke-19, Lord Acton bahkan sudah mengingatkan kita semua bahwa: “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely”.

Kesadaran diri pribadi menjadi kunci bagi setiap prajurit TNI untuk tidak “lupa” dan “celaka”. Pendidikan prajurit TNI sudah mengingatkan seluruh anggota TNI untuk tidak goyah dalam menjalankan prinsip kehormatan.

Oleh karena itu marilah para prajurit dan pejuang TNI senantiasa menabung kehormatan saat terima penghormatan dengan mawas diri dan waspada dengan harapan kehormatan menjadi bonus abadi di saat penghormatan berakhir pada masanya. (Bobby)

Sumber: Buku Komitmen dan Perubahan: Suatu Persepsi dan Perspektif, Karya Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, 2016.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *