Sjafrie Sjamsoeddin menjawab pertanyaan mahasiswi S-3 (Ph. D. Candidate) Brisbane University, Lina Alexandra, Selasa (15/01/2019)

Sjafrie Sjamsoeddin: Amanat Pembukaan UUD ’45 Dasar Indonesia Berkiprah Ciptakan Perdamaian Dunia

“Amanat pembukaan UUD ’45 menjadi dasar bagi Indonesia berkiprah ciptakan perdamaian dunia”.

Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

Sjafriesjamsoeddin.id— Amanat pembukaan UUD ’45 menjadi dasar bagi Indonesia berkiprah ciptakan perdamaian dunia, hal tersebut disampaikan oleh Sjafrie Sjamsoeddin saat menerima wawancara disertasi mahasiswa S-3 (Ph.D Candidate) Brisbane University, Australia, Lina Alexandre di Kediaman Jakarta (15/1/2019).

Topik wawancara penulisan disertasi sendiri membahas pokok-pokok kebijakan Indonesia terkait kontribusi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khususnya mengkaji peran dalam operasi kemanusiaan (Peacekeeping Operation) dan dinamika penyusunan kebijakan tersebut terkait pengiriman Indo Peacekeepers ke Lebanon untuk pertama kalinya pada tahun 2006.

Kebijakan tersebut menghadapi dinamika pada proses penyusunan terkait pengiriman Indo Peacekeepers ke Lebanon pada tahun 2006 untuk pertama kalinya. Karena pada waktu itu sempat terjadi perdebatan antara pemerintah dan Komisi I DPR RI.

Sjafrie Sjamsoeddin menerima kedatangan mahasiswi S-3 (Ph. D. Candidate) Brisbane University, Lina Alexandra, Selasa (15/01/2019)

“Pada saat itu tidak ada anggaran atau dana khusus untuk misi Peacekeeping,”  tutur mantan Wakil Menteri Pertahanan.

Sjafrie juga menjelaskan bahwa kondisi sedang darurat dimana adanya serangan Israel ke Lebanon sehingga PBB meminta secepatnya pengiriman pasukan ke Lebanon.

“Pengiriman pasukan PBB bernilai strategis dalam pergaulan Internasional sehingga berusaha memenuhi permintaan PBB dengan mencarikan solusi terhadap kendala dana,” lanjut Sjafrie.

Penunjukan Indonesia tidak lepas dari peran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Chief Military Observer di Bosnia. Saat itu jumlah personel TNI yang dikirim sejumlah 1 Yon Mekanis sejumlah 850 orang (2 Kompi Angkatan Darat , 1 Kompi Marinir, 1 Kompi Pasukan Khas) ditambah 3 orang untuk posisi Head Quarter ( 1 Chief J6 System, 1 staf logistik dan 1 staf operasi).

Menurutnya kiprah Indonesia tersebut merupakan implementasi amanat pembukaan UUD 1945 dalam menciptakan perdamaian dunia.

“Kita ikut berkiprah dalam perdamaian dunia dalam rangka mengimplementasikan amanat pembukaan UUD 45,” tegas Sjafrie.

Beliau juga menjelaskan bahwa kondisi di atas adalah latarbelakang dari sebuah kebijakan Indo Peacekeeping Operation.

“Jadi, saya hanya terbatas memberi latarbelakang pada policy, strateging dan supporting,” tutup Sjafrie.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *